Waktu Puasa Untuk Cek Gula Darah

Waktu Puasa Untuk Cek Gula Darah – Oleh Aditya Widya Putri, – 10 Jun 2018 16.00 WIB | Diperbarui 11 Juni 2018 02:32 WIB

Puasa bagi penderita diabetes memerlukan persiapan khusus, salah satunya adalah memiliki alat pengukur glukosa darah untuk memantau kadar gula secara berkala. Jika Anda khawatir dengan kadar gula Anda, jangan memaksakan diri untuk berpuasa, segera berbuka.

Waktu Puasa Untuk Cek Gula Darah

Tubuh mengalami masa puasa ketika delapan jam telah berlalu sejak makan terakhir. Pada saat itu, mekanisme tubuh mulai menggunakan sumber cadangan glukosa. Lemak akan digunakan sebagai sumber energi lain. Kondisi ini memicu penurunan berat badan dan mengontrol glukosa darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol.

Sop Pemeriksaan Gula Darah

Namun bagi penderita diabetes, kondisi yang terjadi tidak begitu praktis. Mereka harus mempertahankan tingkat glukosa yang lebih ketat. Pada diabetes tipe 1, terdapat risiko kadar glukosa darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia). Kondisi ini menyebabkan penumpukan keton, yaitu asam yang terbentuk saat tubuh mulai menggunakan lemak.

Akibatnya berpotensi meningkatkan komplikasi serius karena tubuh kekurangan insulin dan memproduksi keton dalam jumlah sangat tinggi (ketoasidosis). Kondisi kotoasidosis dapat ditandai dengan gejala rasa haus yang berlebihan, buang air kecil dalam jumlah banyak, dan rasa lelah yang luar biasa.

“Penderita diabetes harus mewaspadai gejalanya ketika merasa tidak nyaman,” kata Dr. Sylviana Andinisari, M.Sc, Kepala Seksi Gangguan Metabolik Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Diabetes dan Ramadhan 2018” di Jakarta.

Kondisi lain yang juga berbahaya bagi penderita diabetes adalah kadar glukosa darah yang turun drastis (hipoglikemia). Tekanan darah rendah disebabkan oleh puasa berkepanjangan, makan besar di malam hari, dan berkurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini ditandai dengan keringat berlebih, disorientasi, gemetar, tidak stabil, bahkan pingsan.

Cara Diabetesi Jaga Kadar Gula Darah Stabil Saat Puasa

Hipoglikemia umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Kementerian Kesehatan memperkirakan hampir 80 persen umat Islam penderita diabetes tipe 2 memilih berpuasa selama Ramadhan. Namun, Sylviana menyarankan bagi mereka yang mengalami dua kondisi di atas, hiperglikemia atau hipoglikemia, untuk segera berbuka.

Data International Diabetes Federation (IDF) Atlas 8th Edition 2017 menunjukkan jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 10,3 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 16,7 juta pada tahun 2045. Karena banyaknya jumlah penderita diabetes, perhatian khusus harus diberikan pada pemberian dan penggunaan insulin untuk meminimalkan risiko penderita diabetes saat berpuasa.

Tantangan berpuasa bagi penderita diabetes dimulai ketika mereka harus beradaptasi dengan kebiasaan makan yang berbeda. Namun, pada saat yang sama, mereka harus mengontrol kadar gula darah, mengikuti rencana diet, dan menggunakan insulin dengan tepat. Sylviana menyarankan, sebelum memutuskan berpuasa, sebaiknya penderita diabetes memeriksakan diri dan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Dan membiarkan dirinya berpuasa. Pertama, mengukur kandungan makanan yang dikonsumsi, penderita diabetes harus meminimalkan kandungan gula pada makanan dan minuman.

Kesalahan Yang Membuat Hasil Tes Gula Darah Tak Akurat

Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rumahan karena dikontrol dengan jelas. Kebanyakan jajanan atau minuman manis yang dijual mengandung gula berlebih. Ingatlah untuk mengonsumsi makanan yang penyerapannya lambat (indeks glikemik rendah) seperti nasi basmati, roti safati, buah-buahan dengan kandungan air tinggi dan kacang-kacangan. Makanan ini membantu menjaga kadar gula darah tetap tinggi selama puasa.

Kedua, banyak minum air putih, takarannya delapan gelas sehari. Dua kali saat sahur, berbuka, setelah tarawih, dan menjelang tidur. Ketiga, sahur di penghujung hari untuk mempersingkat waktu puasa. Semakin lama masa puasa, maka akan semakin mudah menurunkan gula darah. Terakhir, selalu pantau gula darah Anda secara rutin. Sylviana menganjurkan berbuka puasa saat gula darah di bawah 60 mg/dL. Jakarta (ANTARA) – Dokter spesialis penyakit dalam dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow Sp.PD-M.Med, Sci, FINASIM. berbagi rekomendasi kapan sebaiknya cek gula darah puasa secara mandiri bagi penderita diabetes.

Ikhsan, dokter lulusan Universitas Indonesia, mengatakan ada beberapa pilihan waktu cek gula darah mandiri saat puasa.

“Umumnya bisa diperiksa sebelum sahur, lalu dua jam setelah sahur, khusus pagi hari, misalnya sekitar jam 5, 6, mungkin jam 7,” kata Ikhsan dalam diskusi online yang ditonton di Jakarta, Kamis.

Syarat Melakukan Pemeriksaan Gula Darah Puasa

Selain itu, pemeriksaan gula darah bisa dilakukan setelah berbuka puasa. Tes biasanya dilakukan pada saat itu untuk melihat seberapa tinggi kadar gula darah setelah mengonsumsi takjil.

Dokter yang berpraktik di RSUD Fatmawati ini mengatakan, pemeriksaan gula darah juga bisa dilakukan pada siang hari untuk mendeteksi tinggi rendahnya kadar gula darah dalam tubuh saat berpuasa, atau pada tengah malam hingga menjelang subuh.

Penderita diabetes disarankan untuk segera memeriksakan kadar gula darahnya di luar waktu tersebut jika mengalami gejala hipoglikemia, kondisi gula darah rendah, atau hiperglikemia, kondisi gula darah tinggi.

“Seseorang dengan diabetes bisa, atau bahkan sangat menyarankan, untuk melakukan tes jika mengeluh hipoglikemia atau hiperglikemia. Jadi, misalnya merasa lemas, jantung berdebar, mengantuk, segera periksakan diri, meski di luar waktu yang dianjurkan, kata Ikhsan.

Rsud Siti Fatimah Prov. Sumatera Selatan

Menurutnya, seberapa sering penderita diabetes harus memeriksakan kadar gula darahnya dalam sehari tergantung pada obat yang diminum dan intensitas konsumsinya.

Jika penderita diabetes hanya mengonsumsi obat oral dan berisiko rendah mengalami hiperglikemia, mereka dapat melakukan tes satu kali sebelum berbuka puasa.

Sementara itu, bagi mereka yang menggunakan obat diabetes secara intensif, lebih dari 2 hingga 3 kali sehari, disarankan untuk lebih sering memeriksakan gula darahnya. Ikhsan menyarankan pengecekan dilakukan pada pagi dan sore hari.

“Tetapi jika dia menggunakan (narkoba) secara berlebihan, lebih dari dua atau tiga kali, suka atau tidak, salah satu upaya kami untuk meminimalkan risiko adalah dengan memastikan hal itu dilakukan lebih sering,” katanya.

Tes Gula Darah: Cara, Manfaat & Antisipasinya

Ikhsan menambahkan, pemeriksaan kadar gula darah tidak perlu dilakukan setiap hari, yang penting dilakukan pemeriksaan di hari-hari pertama puasa. Jika kadar gula darah aman, intensitas pemeriksaan bisa dikurangi.Jakarta (ANTARA) – Diabetes merupakan penyakit berbahaya yang bisa timbul akibat pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, mulai dari terlalu banyak mengonsumsi makanan siap saji dan makanan manis hingga sering stres.

Spesialis dalam, Dr. Vineeta Taneja dan Dr. Tushar Tayal menyebutkan enam kebiasaan tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko diabetes, seperti dilansir HindustanTimes, Minggu waktu setempat.

Makanan ini dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko diabetes terkuat. Obesitas menyebabkan kelebihan lemak tubuh, terutama di sekitar perut, sehingga meningkatkan resistensi insulin dan kadar gula darah.

Kebanyakan pekerja, terutama yang bekerja di kantoran, memiliki jam kerja yang tidak teratur dan diharuskan duduk dalam waktu yang lama. Gaya hidup yang minim aktivitas fisik ditambah dengan kebiasaan makan yang tidak sehat, kurang tidur dan stres yang tinggi dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol dan vasopresin dalam tubuh.

Berapa Kali Anjuran Cek Kadar Gula Darah Dalam Sehari?

Semua faktor inilah yang menjadi penyebab penyakit diabetes. Olahraga sederhana secara teratur dalam bentuk apapun seperti jalan kaki, lari, yoga, aerobik minimal lima hari dalam seminggu akan membantu membakar kalori dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Makanan seperti tepung maida dan gula rafinasi menjadi salah satu penyebab obesitas dan diabetes. Karena gula rafinasi dan maida dicerna dalam bentuk karbohidrat, kandungannya dapat dengan cepat diserap ke dalam aliran darah dan menyebabkan lonjakan gula, yang menyebabkan peningkatan kadar insulin yang tinggi.

Sebaliknya, karbohidrat kompleks dicerna secara lambat, sehingga kadar gula darah juga meningkat secara perlahan dan sekresi insulin lebih fisiologis.

Merokok, baik dalam bentuk rokok tembakau maupun rokok elektrik, berbahaya bagi kesehatan manusia karena asapnya mengandung bahan kimia berbahaya dan karsinogen yang mempengaruhi setiap organ dalam tubuh dan dapat meningkatkan risiko diabetes.

Hukum Cek Gula Darah Saat Puasa

Selain menyebabkan penyakit paru-paru dan kanker, merokok juga dapat menyebabkan resistensi insulin dan mengganggu produksi dan penggunaan insulin dalam tubuh.

Jika Anda menjalani gaya hidup stres tinggi dan tidak menemukan cara mengelola stres dengan baik, hal tersebut dapat memengaruhi kadar gula darah Anda sehingga dapat memicu penyakit diabetes.

Perubahan gaya hidup yang positif dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena diabetes. Orang dengan riwayat keluarga diabetes memerlukan pemeriksaan kesehatan rutin sejak usia 45 tahun.

Hati adalah organ tubuh yang mendetoksifikasi dan menstabilkan gula. Kadar alkohol yang berlebihan dalam tubuh dapat merusak hati dan menyebabkan ketidakseimbangan gula dalam tubuh. Selain itu, alkohol pada dasarnya adalah kalori kosong tanpa manfaat nutrisi, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Artikel berikut akan menjelaskan kadar gula darah normal, termasuk perkiraan biaya pemeriksaannya. Dengarkan baik-baik, oke?

Waktu Terbaik Periksa Gula Darah Saat Berpuasa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendefinisikan gula darah normal adalah sekitar 70-100 mg/dL saat perut kosong (setelah 8 jam puasa).

Gula darah atau glukosa adalah bentuk gula yang paling sederhana. Glukosa merupakan hasil proses pencernaan yang mengandung karbohidrat.

Oleh karena itu, fungsi utama gula darah dalam tubuh adalah sebagai penghasil energi yang menghasilkan panas tubuh, pergerakan tubuh dan lain sebagainya.

Dalam hal ini diperlukan insulin yang berfungsi sebagai pembawa pesan agar gula dapat masuk ke dalam otot dan sel-sel tubuh.

Berapa Sih Kadar Gula Darah Normal Menurut Usia?

Insulin bekerja dengan menjaga kadar gula darah tetap normal, yaitu tidak terlalu tinggi (hiperglikemia) dan tidak terlalu rendah (hipoglikemia).

Jika fungsi insulin terganggu, tubuh akan kesulitan mempertahankan kadar gula darah normal dan akan menghambat penyerapan gula ke dalam tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan diabetes. Sebagai referensi, Anda dapat membaca artikel berikut ini: Betapa pentingnya mengetahui kadar gula darah dalam tubuh

FYI, batas normal gula darah adalah sekitar 200 mg/dL dalam kondisi normal (tidak puasa) dan puasa 126 mg/dL.

Ini Kadar Gula Darah Normal Dalam Tubuh Berdasarkan Usia

Sedangkan jika kadar gula darah di bawah 60 mg/dL, kondisi tersebut termasuk hipoglikemia. Penderita hipoglikemia biasanya mudah merasa lelah, lemas, dan mengeluarkan keringat dingin.

Seperti yang telah kita ketahui, insulin berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal dan membantu proses penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh.

Gangguan pada hormon insulin biasanya terjadi akibat kondisi autoimun, faktor genetik, usia, dan gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan kelebihan berat badan.

Saat kadar gula darah meningkat, tubuh akan mengeluarkan urin lebih banyak untuk menyeimbangkan konsentrasi cairan dalam tubuh.

Sentra Medika Group

Diabetes Spectrum dalam penelitiannya menyebutkan ada beberapa obat yang bisa menyebabkan gula darah naik, antara lain:

Berikut ini beberapa jenis tes gula darah yang mungkin berbeda-beda pada setiap orang. Berikut penjelasannya!

Jenis

Puasa sebelum cek gula darah, waktu untuk cek gula darah, cek gula darah puasa, cara cek gula darah puasa, waktu yang baik untuk cek gula darah, cek gula darah puasa normal, waktu yang tepat untuk cek gula darah, cek gula darah harus puasa, cek gula darah tanpa puasa, puasa untuk cek gula darah, harga cek gula darah puasa, waktu cek gula darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *